gin

No Gravatar

Hari ini hampir sebulan, 21 hari tepatnya program e-KTP dilaksanakan di kota Jogjakarta. Dan selama itu pula saya kerja 12 jam sehari, 6 hari dalam seminggu. Lumayan bikin capek, bukan di badan tapi di mata karena kerjaan yang satu itu menuntut anda untuk memelototi monitor seharian. jadi jangan heran saat pulang dari kantor Kecamatan mata sudah merah membara dan bedanya hanya sedikit lebih gelap jika dibandingkan dengan mata tokoh vampir kalau sedang haus sirup merah cap Marjan.

Dalam 12 jam kerja tersebut rata-rata sekitar 350 orang harus dilayani dalam pengambilan data identitas, sidik jari tangan dan iris mata. Jika tidak ada masalah, hanya butuh waktu kurang lebih 2 sampai 3 menit per-orang. Namun akan lain ceritanya apabila kendala teknis muncul seperti finger print scannernya ngadat, atau perangkat lunak dari Kemendagri bermasalah. Atau saat kendala datang dari warga sendiri yang kehilangan sidik jari gara-gara terlalu senang “bermain-main” dengan sabun cuci sehingga guratan-guratan di jarinya pecah-pecah atau bahkan hilang sama sekali. Jika masalah sidik jari ini sudah mampir, jangan harap input data untuk satu orang akan selesai dalam 2 menit karena akan butuh minimal 5 menit untuk satu orang. Sekali pembacaan sidik salah satu jari tidak mencapai hasil minimal, maka harus diulang sampai 4 kali. Untungnya sidik jari tidak diambil per jari tangan.

e-ktpBagi anda yang belum dapat panggilan pengambilan data e-KTP, berikut dapat saya jelaskan tahapannya setelah anda dipanggil masuk untuk perekaman data. Sebelumnya anda harus mempersiapkan KTP atau C1. Dan bagi pengguna contact lens jangan menggunakan contact lens saat melaksanakan perekaman data e-KTP.

1. Petugas akan meminjam KTP anda untuk melihat nomor NIK. Dari nomor NIK ini data-data lengkap anda akan ditampilkan di layar dan diperlihatkan kepada anda untuk verifikasi kebenaran data yang terekam di server. Jika ada data yang tidak sesuai/keliru anda bisa minta untuk diubah, dengan catatan Kecamatan akan meminta anda menunjukkan bukti yang bisa dijadikan dasar untuk melakukan perubahan data tersebut.

2. Apabila data identitas sudah benar, proses akan dilanjutkan dengan pengambilan foto. Pastikan petugasnya ngomong dulu, karena kalau tidak itu namanya mengambil tanpa izin alias mencuri. :)

3.  Selanjutnya akan dilakukan perekaman tanda tangan. Lakukan perlahan saja dengan memanfaatkan batas maksimal dari pad yang disediakan.

4. Proses berikutnya adalah pengambilan sidik jari dimulai dari semua jari kanan kecuali jempol. Kemudian dilanjutkan dengan semua jari kiri kecuali jempol dan diakhiri dengan pengambilan sidik jari kedua jempol. Yang perlu diperhatikan dari ketiga tahapan pengambilan sidik jari ini adalah pengulangan perekaman sampai maksimal 4 kali apabila ada salah satu jari yang pembacaannya kurang dari batas minimal (ditandai dengan warna merah di layar monitor). Jika lancar tahapan ini hanya butuh waktu kurang dari 30 detik. Namun bisa jadi akan lebih lama lagi jika anda diajak ngobrol hanya karena kebetulan anda tukang bakso langganan petugasnya.

5. Proses berikutnya adalah perekaman retina/iris mata. Pada tahapan ini pengguna contact lens harus melepas contact lens-nya. Anda akan diminta melihat kedalam sebuah alat yang menyerupai teropong. Lakukan dengan membelalakkan mata /melotot agar seluruh bulatan mata tidak tertutup oleh kelopak mata, jangan berkedip selama 5 detik atau  tergantung instruksi dari petugas. Jangan berharap anda bisa melihat bintang-bintang di langit atau tetangga anda yang sedang ganti pakaian dengan alat ini, paling-paling cuma setumpuk berkas yang belum di proses atau bapak-bapak genit yang bergaya alay di depan anda.

6. Berikutnya anda akan diminta untuk melakukan verifikasi sidik jari. Dimulai dari telunjuk kanan lalu diakhiri telunjuk kiri. Namun apabila dalam proses ini ada kegagalan akan dilakukan pengulangan maksimal 4 kali. Apabila tetap gagal maka akan digunakan sidik jari yang lainnya. Demikian seterusnya sampai berhasil atau jika semua jari sudah di verifikasi satu-persatu namun masih tetap gagal. Jika anda mengalami hal ini, saya cuma bisa bilang “ter..la..lu”

7. Anda akan diminta untuk menandatangani persetujuan atas data yang telah diambil sebagai bukti bahwa data tersebut benar-benar milik anda. Karena jika bukan data anda berarti hanya ada 2 kemungkinan, anda ngantuk nggak konsen atau petugasnya ikut-ikutan ngantuk.

Sampai tahapan ini sebenarnya kewajiban anda sudah selesai, hanya tinggal menunggu petugas melakukan verifikasi operator dan menyimpan data. Namun terkadang kegagalan juga terjadi di tahap ini yang mengharuskan proses harus diulang dari awal.

Sebagai operator hal yang sering bikin bete sebenarnya kebanyakan datang dari perangkat yang disediakan. Tak jarang harus mengulang perekaman data dari awal hanya karena perangkat pembaca sidik jari yang tiba-tiba tidak ada respon, dan justru hal inilah yang paling sering terjadi. Jika bicara soal warga yang datang biasanya malah kelucuan yang terjadi. Contohnya saat seorang bapak ditanyai golongan darahnya, dengan pedenya menjawab “oh tinggi, darah saya tinggi mas”. Atau saat seorang ibu yang tidak bisa membedakan dahi dengan dagu atau tangan kanan dengan tangan kiri. Lucu juga saat ada yang nggak berani melihat foto matanya atau justru tertawa terbahak-bahak. And what makes it fun the most is entah kenapa mbak-mbak cantik yang biasanya di luar sombongnya minta ampun bisa jadi enak diajak ngobrol walaupun sebentar atau memang kebetulan ketemu yang engga sombong ? entahlah.

Well, masih 2 bulan lagi dan harus tetap sabar kerja di Balai Kota 8 terus 4 jam nyambi jadi backup di Kecamatan.
Semangkaaaa…

No Gravatar

Meski sekarang sudah jarang digunakan, internal command maupun external command dari DOS masih sangat dibutuhkan dalam penggunaan komputer secara khusus terutama saat melakukan reparasi atau perbaikan sistem operasi Windows. Contohnya adalah perintah Format yang paling sering digunakan.

Attrib yang merupakan singkatan dari attribute merupakan salah satu dari sekian banyak external command yang sering digunakan dalam sistem operasi yang berbasis DOS (Disk Operating System).

Attrib digunakan untuk menentukan atribut dari sebuah file.
Untuk mengetahui perintah umum dari Attrib, anda bisa mengetikkan “attrib /?” pada command prompt.

Akan tampil opsi yang bisa digunakan sebagai perintah tambahan dalam menggunakan attrib yang terdiri dari :

+  untuk menambahkan atribut
-  untuk menghilangkan atribut
R  atribut Read Only
A  atribut untuk archive
S  atribut untuk system
H  atribut Hidden
/S pilihan untuk menyertakan file yang ada dalam sub folder
/D pilihan untuk menyertakan semua file dalam folder

Meski sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, namun ada kalanya atribut ini diacak-acak oleh virus, terutama virus lokal.
Virus tidak akan mengizinkan perubahan atribut melalui explorer di Windows. File yang di hidden tidak bisa ditampilkan lagi karena sudah diberi atribut hidden.

Untuk menampilkan file-file yang di hidden tersebut anda bisa melakukan langkah-langkah berikut ini:
1. Klik start > Run kemudian ketikkan cmd lalu tekan enter.
2. Pindahkan prompt aktif ke lokasi drive tempat file yang di hidden.
Misalnya file anda ada di Flash disk yang di windows explorer tampil sebagai drive H.
Di drive H (Flash anda), lokasi file tepatnya berada di folder dokumen yang berada dalam folder penting.
D

engan demikian, lokasi tempat dile di drive adalah  H:\penting\dokumen
maka untuk perintah yang digunakan untuk memindahkan prompt aktif adalah:
“H:” (tanpa tanda petik) tekan enter
“cd\penting\dokumen” (tanpa tanda petik) tekan enter.

3.Lanjutkan dengan mengetikan perintah “attrib -r -s -h /S /D” (tanpa tanda petik).
4.Cek hasilnya dengan menggunakan windows explorer.

No Gravatar

Barusan saya iseng membongkar celengan hasil ngumpulin recehan kepingan Rp.500,- yang sudah berlangsung sekitar lebih dari 3 tahun. Lama ?, ya tentu saja karena niatnya memang bukan menabung tapi sekedar mengumpulkan uang recehan itu daripada berserakan atau dikasih ke pengamen yang doyan banget nyambangi pintu kost-kostan. Maap buat yang sering ngamen, kerena anak kost juga butuh uang receh lho.

receh2

Oh ya, saya belum memperkenalkan celengan saya. Namanya bukan piggy karena bentuknya bukan seperti babi. Bukan pula Bagong karena tidak mirip Bagong. Namanya tidak ada karena saya tidak memberinya nama. Kenapa ? Saya takut jika hari ini saya memberinya nama, besok dia bakal minta saya mencarikan dia pasangan. Atau yang paling parah, saya khawatir kalau-kalau dia punya ide untuk minta persenan sebagai upah menyimpan recehan saya di dalam bodynya.

Tahu tempat CD (baca: “si di” singkatan dari Compact Disc, bukan “ce de” singkatan dari celana dalam ) blank isi 100 keping ? nah, seperti itulah bentuknya. Tempat CD ini saya dapatkan saat saya masih bekerja sebagai tenaga creative di salah satu perusahaan di Jogja. Selain nyolong CD blank,sekeping kok (tapi perhari), kebiasaan buruk yang sering diperbuat adalah rebutan tempat CD nya. Saya tidak tahu persis nasib tempat CD yang tidak jatuh ketangan saya. Maka beruntunglah si celengan yang saya punya ini karena sampai sekarang saya belum ada niat untuk mendeportasikannya ke tempat sampah :p.

receh

Bagai orang yang kurang kerjaan saya ngitungin berapa keping gope an yang sudah berhasil saya kumpulkan dan hasilnya ternyata sangat mengejutkan, 500 ribu rupiah lebih 500. Lumayan buat beli kerupuk untuk stok setengah tahun kayaknya cukup deh. Dan itupun masih setengah dari kapasitas total celengan tadi. Kalau sudah penuh jumlahnya dipastikan sebanding dengan sebuah mobil Mazda Rx-8 :D . Hitung sendiri berapa tempat CD yang anda butuhkan untuk itu.

receh3

Tak cukup sampai disitu, mumpung diluar lagi hujan dan kenyataan yang harus saya terima adalah saya nggak bisa kemana-mana, akhirnya saya mulai bermimpi jadi peserta TV champion.
Saya sudah berusaha menyusun tower kepingan uang logam 500-an kuning yang jumlahnya ada sekitar 200-an keping lebih tapi selalu “Gagal maning, Son”. Jadi karena sudah capek menggerutu seperti inilah hasilnya.

Intinya, jangan remehin uang receh yang bisa menghidupi para pengamen atau pengemis. Rp.999.975 nggak akan jadi Rp.1.000.000 tanpa sekeping uang selawe rupiah (Rp.25)

No Gravatar

Hari ini ada yang ngasih komentar ke salah satu post saya. Mungkin dia cuma bertanya dan mungkin juga datang tanpa maksud untuk menuduh. Tapi tetap saja rasanya pengen marah.

Intinya dia punya pikiran bahwa post saya itu adalah hasil terjemahan dari blog lain yang pernah dilihatnya. Peraturan tak tertulis bagi para blogger adalah “Jika mengutip tulisan orang lain maka anda wajib menuliskan sumbernya”. Nah lo, gw dikira nyontek tulisan orang.

Jika anda membaca posting saya dan membandingkannya dengan yang english version (diterjemahkan kedalam bahasa inggris) tentu terlihat jelas bahwa yang berbeda cuma bahasanya. Tapi jika diperhatikan tanggal posting pasti jelas terlihat siapa yang mencontek siapa.

Sebelum kejadian ini, saya tidak keberatan apa yang saya tulis di-copy oleh orang lain. Meskipun tanpa mencantumkan sumbernya “which is this blog”. Tulisan tentang virus Shemale By Cry juga banyak yang copy paste tapi saya pikir “biarlah, anggap saja bagi-bagi ilmu”.

Ahhhhhhh, I hate to say this tapi mungkin mulai besok posting mengenai tech atau solution atas masalah komputer bakalan terbit dalam bahasa Inggris saja lah. Biar kalo ada yang ngopy trus nerjemahin ke bahasa Indonesia yang dianggap nyontek.

Sekali lagi, saya bukan maling.

© 2011 A Piece of Everything || Except where otherwise noted, content on this site is licensed under a Creative Commons Licence Suffusion WordPress theme by Sayontan Sinha